Pemodelan dan Simulasi 7C Oleh Riandy Fachrizal (TUGAS 3)
Rangkuman MataKuliah
DEFINISI SIMULASI
Simulasi adalah peniruan operasi, menurut waktu, sebuah proses atau sistem dunia nyata. Dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan komputer. Menyertakan pembentukan data dan sejarah buatan (artificial history) dari sebuah sistem, pengamatan data dan sejarah, dan kesimpulan yang terkait dengan karakteristik sistem-sistem.
Langkah Riel Dalam Simulasi adalah
KONDISI YANG DI BUTUHKAN SIMULASI
• Mempelajari
interaksi internal (sub)-sistem yang kompleks.
• Mengamati
sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkuangan luar atau variabel
internal.
• Meningkata
kinerja sistem melalui pembangunan/pembentukan model.
• Eksperimen
desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan.
• Memahami
dan memverifikasi solusi analitik.
• Mengidentifikasi
dan menetapkan persyaratan-persyaratan.
• Alat
bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya lebih rendah.
• Visualisasi
operasi melalui anuimasi.
• Masalahnya sulit, memakan waktu, atau tidak mungkin diselesaikan melalui metode analitik atau numerik konvensional.
KONDISI YANG TIDAK MEMERLUKAN SIMULASI
• Jika
masalah dapat diselesaikan dengan metode sederhana.
• Jika
masalah dapat diselesaikan secara analitik.
• Jika
eksperimen langsung lebih mudah dilakukan.
• Jika
biaya Simulasi dianggap terlalu mahal.
• Jika
sumber daya atau waktu tidak tersedia.
• Jika
tidak ada data yang tersedia.
• Jika
verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.
• Jika
daya melebihi kapasitas (overestimated).
• Jika
sistem terlalu kompleks atau tidak dapat didefinisikan.
DEFINISI MODEL
Suatu representasi sederhana dari sebuah sistem (atau proses
atau teori), bukan sistem itu sendiri.
Kondisi Model yaitu :
Model-model tidak harus memiliki seluruh atribut; mereka disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi, atau diidealkan.
Untuk sebuah model yang akan digunakan, seluruh sifat-sifat
relevantnya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis, dinyatakan dalam suatu
set deksripsi terbatas yang masuk akal (reasonably).
• Sebuah
model harus divalidasi.
• Setelah divalidasi, sebuah model dapat digunakan untuk menyelidiki dan memprediksi perilaku-perilaku (sifat) sistem, atau menjawab ”whatif questions” untuk mempertajam pemahaman, pelatihan, prediksi, dan evaluasi alternatif.
Tipe - Tipe Model ada 2 yaitu :• Fisik:
model rumah, model jembatan
• Matematis (symbolic): E = mc²
PEMBANGUNAN MODEL
Proses iteratif yang mengandung tiga langkah utama:
1. Observasi sistim riil dan interaksi komponen dan
pengumpulan data
– Domain
pengetahuan tertentu
– Stakeholders:
operator, teknisi, engineers
2. Konstruksi model konseptual
– Asumsi dan
hipotesa komponen dan nilai-nilai
parameter
– Struktur
sistim
3. Penerjemahan model operasional ke bentuk yang dikenal
oleh komputer
Model dan Sistem yaitu :
Model yang akan dipelajari selanjutnya adalah diskrit, dinamik,
dan stokastik, dan disebut model simulasi (sistem) peristiwa diskrit
(discreteevent).
Artikel Ini Dibuat Sebagai Tugas Kuliah Sebagaimana Yang Tertuang Dalam
Sumber Materi : Online Learning Uhamka
Komentar
Posting Komentar